Rabu, 10 Februari 2010

Mobil Batik

Bagus juga pencanangan batik sebagai heritage dari Indonesia. Selain saya banyak melihat rekan-rekan saya yang rajin dan bangga memakai batik setiap hari jumat/sabtu, tapi bisa juga lahir karya-karya unik seperti ini! Wow! 

http://www.tempointeraktif.com/hg/modifikasi/2010/02/09/brk,20100209-224729,id.html

Senin, 08 Februari 2010

Gerindra: Partai Tolol yang lagi Cari Kambing Hitam

Anggota pansus Century dari Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan dalam paparan awal dari fraksi Gerindra bahwa "Penyaluran PMS tidak sesuai karena BC tidak dalam posisi mendesak. FPJP tidak dibenarkan karena Bank Century dalam posisi CAR minus, dimana syarat harus CAR plus".

Hebat ya. Apakah anggota Gerindra ini ga berotak semua? Kok bisa sih sebelumnya bilang BC itu tidak dalam posisi terdesak, tapi kalimat berikutnya bilang kalo CAR minus? dia tau ga kalo CAR itu artinya Capital Adequacy Ratio, atau rasio kecukupan modal? Kalo CAR negatif (berarti tidak ada cash untuk membayar ke deposan) itu bukan posisi terdesak, apa definisi terdesaknya menurut si tolol Ahmad ini ya?


Berita selengkapnya:
http://www.detiknews.com/read/2010/02/08/222736/1295573/10/gerindra-ltigtbailoutltigt-century-tanpa-dasar-hukum

Senin, 03 November 2008

Partai Demokrat? Go To Hell

Baru saja saya berpikir untuk mendukung partai Demokrat, untuk mendukung presiden SBY yang tidak terlalu mengecewakan selama 4 tahun ini. Tiba tiba di halaman Jakarta Post muncul komentar dari anggota partai Demokrat, Hakim Sorimuda Pohan, yang .... yang... apa kata sifat yang tepat disini, bodoh? Tolol? Kurang ajar?

As if confirming it was all for the elections, Hakim Sorimuda Pohan of President Susilo Bambang Yudhoyono’s Democratic Party asked people not to vote for the PDI-P and the PDS because of their opposition to the [pornography] bill. “People must be aware now who they should vote for. They must not vote for the PDI-P and the PDS, which support pornography,” he said.
[Seperti ingin mengkonfirmasi bahwa ini semua hanya untuk pemilihan, Hakim Sorimuda Pohan dari partai Demokrat meminta rakyat untuk tidak memilih PDI-P dan PDS karena mereka menentang UU ponografi. "Rakyat harus sadar untuk siapa mereka memilih. Mereka tidak boleh memilih PDIP dan PDS yang mendukung pornografi]

Mendukung pornografi? Bagaimana kalau dikatakan bahwa partai Demokrat anti persamaan hak wanita? Sebenarnya pernyataan tersebut jauh lebih tepat! Selamat, partai Demokrat! Di iklan media, dikatakan bahwa partai ini adalah partai yang moderat. Ternyata maksudnya moderat adalah sama dengan Somalia dimana korban pemerkosaan berumur 13 tahun dilempari batu sampai mati karena "berselingkuh."

Ya, saya ingin berterima kasih kepada pak Hakim Sarimuda Pohan karena sekarang saya sadar seperti apa anggota partai Demokrat. Sekarang, saya tidak dapat mendukung PDIP karena rekor Megawati yang cukup kosong. PDS? PDS adalah partai beranggotakan Jeffrey Johanes Massie, ahli pemilihan AS yang menyatakan bahwa Obama adalah seorang Marxist dan pembunuh bayi. Sumber analisa-nya? Fox News, National Review, dan New York Post. Bagus, disaat Amerika semakin meninggalkan cara-cara partai Republik yang kotor, ada yang ingin meneruskan tradisinya di Indonesia.

Saat ini, tidak ada partai politik Indonesia yang bisa saya dukung.



Kamis, 30 Oktober 2008

Iklan Politik

Sekitar dua minggu yang lalu, saya mulai mendengar iklan Partai Demokrat di radio. Saya tidak ingat kalau saya pernah mendengar iklan politik di radio Indonesia sebelumnya, jadi buat saya ini cukup mengejutkan. Tidak lewat beberapa hari saya mulai melihat iklan Partai Demokrat (lagi) di koran Kompas. Di iklan itu didaftarkan hasil pemerintahan SBY yang lumayan akurat - kecuali saat iklan itu mengatakan kalau sudah ada puskesmas gratis: saya tidak tahu apakah pernyataan ini benar. Lalu, secara kebetulan saya menonton SCTV dan muncul pula iklan Partai Demokrat.

Sepertinya ini tanda yang bagus: sebuah kemajuan dibandingkan pemasangan bendera partai di sepanjang jalan dan spanduk-spanduk tak bermakna di jembatan-jembatan. Sebenarnya, apa sih fungsinya bendera dan spanduk itu? Apakah bendera dan spanduk itu memberi-tahukan kebijaksanaan partai yang ingin dilaksanakan? Buat saya, ini cuman memberi kesan kalau partai tersebut punya banyak uang tapi tidak tahu apa yang ingin mereka laksanakan di pemerintahan.

Saya cukup senang dengan arah demokrasi Indonesia. KPU akan menyelenggarakan debat, walaupun tidak diharuskan. Tapi siapa yang berani tidak ikut debat? Rasanya resiko tidak ikut debat besar sekali - apalagi kalau cap "pengecut" diberikan (*ehem* perhatian Ibu Mega). Saya harap pawai jalanan juga semakin berkurang - tidak membuktikan apa-apa dan hanya membuat sebal pemakai jalan. Tapi kampanye pertemuan memang harus diadakan, asal jangan hanya menjadi konser dangdut dan pencari jabatan mau menjabarkan kebijaksanaan yang ingin di-implementasi. Yah, satu atau dua lagu dangdut boleh lah.

Ngomong-ngomong, kenapa saya punya perasaan kalau orang berkumis kurang ada kemungkinan menjadi presiden Indonesia? Apa karena sejak Sukarno kita tidak punya presiden berkumis? Saya kepikiran soalnya setiap melihat pemilihan gubernur atau walikota, saya teruuuus saja melihat KUMIS dimana-mana. COBLOS KUMISNYA. Bleh rasanya pingin muntah mendengarnya.

Sabtu, 20 September 2008

Pornografi

Pada saat pemerintah harus mengatur moralitas, itulah saat dimana pemerintahan kita menjadi pemerintahan Teokratis. Itulah saat dimana pemerintah ingin menggantikan Tuhan dalam menghakimi manusia dalam moralitas.

Para pembuat hukum sebaiknya bertanya dahulu sebelum mengeluarkan hukum: dalam hal apakah khayalak umum dirugikan? Apakah ada yang terbunuh? Terluka? Dirugikan? Kehilangan haknya?

Dalam kasus pornografi, yang penting adalah: bagaimana caranya melindungi anak² dibawah umur dari pornografi, dan bagaimana agar tidak ada pihak yang dirugikan atau agar tidak ada unsur pemaksaan dimana hak individu dirampas. Termasuk dalam ini adalah apa yang boleh ditayangkan dalam televisi?

Apabila pemerintah dan anggota legislatif Indonesia khawatir pornografi dapat merusak moralitas bangsa dan mungkin bisa meningkatkan kejahatan seks, saya sarankan untuk lebih fokus pada pendidikan agar rakyat lebih bisa menggunakan akal sehat untuk tidak melakukan kejahatan, karena seks adalah kebutuhan biologis yang sulit dipungkiri.

Sebenarnya, kalau memang pornografi mau diberantas, cobalah publikasi Pos Kota dan Lampu Merah diberhentikan dulu. Dan artinya, hilangkanlah dulu hak untuk mengeluarkan pendapat.

Sosialisme dan Kapitalisme (1)

Belakangan ini kita mendengar berita dari Amerika Serikat bahwa raksasa finansial berguguran. Tak urung Federal Reserve dan menteri keuangan mengeluarkan biaya ratusan milyar dolar untuk mengambil alih perusahaan² tersebut untuk melindungi pemegang polis asuransi dan pemegang produk finansial institusi tersebut. Tentu saja politisi² Amerika Serikat dengan cepat mengingatkan bahwa uang tersebut jangan sampai menjadi pembagian uang dari pembayar pajak kepada manajer perusahaan² tersebut yang dengan serakah mengambil risiko yang tidak mereka mengerti. Tetapi tentu saja, dalam prakteknya tidak mudah untuk memastikan keadilan akan terjadi.

Inilah ironinya. Pada saat pendidikan dan kesehatan dibicarakan, sosialisme dikatakan sebagai sesuatu yang buruk dan jahat. Bahkan banyak rakyat Amerika yang menganggap sosialisme dan komunisme adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dan harus dibasmi. Tetapi pada saat raksasa finansial berguguran, pemerintah langsung mengeluarkan kebijakan sosialis untuk menyelamatkan investor dan pasar, dan orang yang dulunya mengkritik segala bentuk sosialisme bertepuk tangan dalam intervensi ini.

Kita di Indonesia mengalami getirnya saat bank-bank berguguran. Pada tahun 1997 dan 1998, datang IMF dengan bantuan bersyaratnya. Para petinggi IMF meyakinkan pemerintah bahwa pasar bebas harus berfungsi agar Indoensia bisa keluar dari krisis. Institusi keuangan harus dibiarkan mati apabila tidak bisa berfungsi lagi. Segala macam hambatan terhadap perdagangan bebas harus dihilangkan. Nilai tukar Rupiah harus dibebaskan. Akibatnya, pertama kali bank-bank ditutup dengan jaminan pemerintah 20 juta per deposito- hasil dari nasihat IMF, seluruh sistim perbankan Indonesia hancur karena tidak ada kepercayaan terhadap institusi keuangan di Indonesia. Barulah setelah beberapa saat pemerintah Indonesia menjamin nilai deposito: sedikit terlambat karena kepercayaan bukan sesuatu yang bisa didapat sesaat.

Kontras dengan kebijakan pemerintah Malaysia saat itu yang menolak bantuan IMF dan melakukan intervensi terhadap keuangan Malaysia. Akhirnya Malaysia bisa keluar dari krisis keuangan secara relatif utuh. Saat itu IMF mengkritik pemerintahan Malaysia yang menolak nasihat IMF. Tapi sekarang, nyatanya $85 milyar untuk AIG lebih mirip dengan tindakan pemerintahan Malaysia daripada pemerintahan Indonesia.

Jadi apakah tindakan pemerintah Amerika Serikat yang anti nasihat IMF sudah benar? Sejujurnya saya tidak tahu jawabannya saat ini. Tapi yang pasti, ada saatnya laissez faire tidak selalu bekerja di ekonomi jaman sekarang yang kompleks.

Ini bukan berarti saya anti-kapitalisme dan pasar bebas. Menurut saya, kapitalisme tetap adalah sistim terbaik untuk penciptaan kekayaan dan nilai tambah. Tetapi pemerintah mempunyai fungsi yang tidak bisa atau tidak seharusnya dilepaskan kepada kekuatan pasar - keamanan, infrastruktur, hukum, dan lain-lainnya.

Rabu, 25 Juni 2008

NAMPA: Hanyalah Penampungan Para Perengek?

Saya baru membaca koran dari Bisnis Indonesia tertanggal 26 Juni 2008 tentang penolakan para pemasok Carrefour terhadap syarat dagang perusahaan asing tersebut. Lengkapnya artikel ini dapat di baca di sini.

Saya tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh NAMPA. Ini kan kerja sama dua pihak, atau di sini antara 4000 pemasok dengan pembeli. Di sini Carrefour, selaku distributor, menetapkan biaya-biaya yang menjadi persyaratan untuk memasukkan barang ke dalam toko-tokonya. Tentu, biaya ini relatif, tergantung dari berapa peningkatan omzet yang bisa dinikmati oleh pemasok, marjin keuntungan, serta peningkatan 'exposure' produk di kalangan masyarakat. Apabila pemasok merasa keberatan, maka Carrefour mempersilahkan pemasok untuk mengundurkan diri karena memang persyaratan bisnis mereka seperti itu. Nah, terus apa maksudnya NAMPA untuk menolak? Menolak apa? Apakah di sini NAMPA mempunyai hak menolak? Ini kan hanya penawaran bisnis, apakah kamu mau ambil atau nggak. Kamu ga ambil, ya masih banyak kok pemasok yang mau. Tapi kenyataannya mengadakan bisnis dengan Carrefour menguntungkan, makanya jumlah barang yang dijual dari tahun ke tahun terus bertambah. Nah, kalo sudah gitu, ngapain NAMPA 'nolak-nolak' segala?

Mari kita sadari bahwa ini adalah transaksi bisnis. Apabila pemasok hendak memasukkan barang ke Carrefour, maka mereka menyadari bahwa mereka membutuhkan Carrefour untuk peningkatan omzet, sehingga bisa menurunkan biaya di perusahaan (dengan mengurangi biaya tetap/fix cost). Hal ini tentu dikarenakan merk Carrefour yang terkenal, sistem logistik yang efisien, penjualan produk dalam jumlah besar serta hal hal lain yang menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan asal Prancis tersebut, seperti iklan, harga promosi, kesegaran produk, jaminan mutu, serta kenyamanan berbelanja. Lah kalo dari pemasok memang berasa kemahalan, ya silahkan cari tempat lain untuk jualan. Kan masih bisa di Giant, Alfa, Hypermart Matahari atau pasar tradisional yang juga merengek-rengek untuk ketentuan Hypermart paling sedikit berjarak 6 km dari pasar tradisional.

Apakah karena Carrefour perusahaan asing dan peritel terbesar di Indonesia, maka menjadi target empuk media dan pengusaha, di mana 'penduduk' di sini sepertinya ingin segera mendepak seluruh perusahaan asing biar angka pengangguran di sini meroket? Pengusaha Indonesia terlalu banyak merengek-rengek. Daripada ribut beginian, mendingan cepetan mikirin gimana biar bisa kurangi cost, design produk yang berbeda, inovasi atau meningkatkan jumlah produksi sehingga bisa bersaing dengan lebih baik.